Feeds:
Tulisan
Komentar

Tugas UAS

1. Resume dalam bentuk bagan

Kapabilitas Politik Negara

Paham yang dianut

Uraian

Keterangan

Ideologi

Monarki konstitusional.

Ibu kota: Bangkok

Raja: PHUMIPHON

Perdana Menteri: SAMAK Sundavavej

Negara yang ber-ibu kota di Bangkok ini menganut sistem demokrasi keterwakilan, ada juga yang menyebut sebagai demokrasi parlementer. Sebagai negara yang menganut konstitusional, peran Perdana Menteri (PM) tergantung pada keterwakilan di parlemen, dan peran raja masih berpengaruh sebagai simbol kultural.

Kota-kota besar selain ibu kota Bangkok adalah Nakhon Ratchasima, Nakhon Sawan, Chiang Mai, dan Songkhla.

Thailand merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah sekalipun mengalami penjajahan.

Parlemen Thailand yang bikameral dinamakan Majelis Nasional atau Rathasapha, yang terdiri dari Dewan Perwakilan (Sapha Phuthaen Ratsadon) yang beranggotakan 500 orang dan Senat (Wuthisapha) yang beranggotakan 200 orang. Anggota keduanya dipilih melalui pemilu rakyat. Anggota Dewan Perwakilan menjalani masa bakti selama empat tahun, sementara para senator menjalani masa bakti selama enam tahun.

Raja PHUMIPHON yang lahir pada tanggal 5 Desember 1927 mulai memimpin Thailand sejak tahun 1946. Sebagai raja, beliau merupakan kepala negara di Thailand.

Perdana Menteri SAMAK Sundavavej memimpin Thailand sejak Januari 2008. Beliau menggantikan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang digulingkan oleh Militer Thailand (kudeta militer), karena adanya dugaan KKN Thaksin. SAMAK Sundavavej memegang kepala pemerintahan di Thailand yang dilantik langsung oleh raja.

Di Thailand, raja mempunyai sedikit kekuasaan langsung di bawah konstitusi namun merupakan pelindung Buddhisme Thailand dan lambang jatidiri dan persatuan bangsa. Raja yang memerintah saat ini dihormati dengan besar dan dianggap sebagai pemimpin dari segi moral, suatu hal yang telah dimanfaatkan pada beberapa kesempatan untuk menyelesaikan krisis politik.

Pengadilan tertinggi di Thailand dinamakan Sandika, dimana jaksanya dilantik langsung oleh raja. Semua warga negara Thailand tunduk dan harus patuh dibawah hukum Thailand, serta memiliki status yang sama. Adapun Sandika ini mengurusi semua masalah kriminal di Thailand, seperti masalah perdata (perorangan), pidana, perbankan, dll.

Thailand banyak berpartisipasi dalam organisasi internasional, salah satunya adalah ASEAN sebagai organisasi kawasan di Asia Tenggara.

Ekonomi dan Teknologi

Sistem ekonomi kapitalis

Teknologi berbasis agrikultur (pertanian), dan industri manufaktur ringan.

Thailand menganut sistem ekonomi Kapitalis, dimana perekonomiannya dikendalikan oleh pasar.

Dibidang teknologi, sebagai salah satu negara agraris, Thailand sangat menitikberatkan perhatiannya pada faktor-faktor agrikultur, perhutanan dan perikanan. Oleh karenanya, sebagian besar dari teknologi di Thailand sangat berkaitan erat dengan faktor tadi, seperti teknologi dalam hal industri manufaktur untuk pertanian (mesin-mesin diesel dan alat-alat pertanian), serta industri hasil-hasil pertanian seperti pengolahan makanan (termasuk makanan laut), dan industri tekstil dan pakaian.

Selain industri manufaktur pertanian tadi, Thailand juga merupakan produsen elektronik dan sepeda motor terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan negara ini merupakan tempat yang sangat ideal bagi para investor asing, dan adanya kebijakan pemerintah Thailand yang menjadikan barang-barang ekspor sebagai orientasi utama perindustrian di negara tersebut. Adapun negara-negara partner Thailand antara lain Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, China, Australia serta negara-negara di ASEAN dan Uni Eropa.

Thailand merupakan negara pertama di yang mengalami dampak dari adanya krisis moneter di Asia Tenggara.

Thailand merupakan sebuah negara industri baru dan juga salah satu negara yang memiliki perkembangan ekonomi pesat di Asia Tenggara, setelah Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Hal ini dapat terlihat dari GDP Thailand yang mencapai 519,9 milliar US dollar dan tingkat pertumbuhan yang stabil pada kisaran 4,5%-6% setiap tahunnya. Jumlah angkatan kerja di Thailand sebanyak 37,12 juta dengan tingkat pengangguran sebesar 1,5% dari total jumlah penduduk Thailand.

Sebagai negara agraris dan negara berkembang yang sebagian industrinya bertumpu pada industri manufaktur, Thailand merupakan negara pengekspor hasil-hasil agrikultur, seperti beras, kelapa, gula, karet, dan hasil perikanan, bahkan merupakan negara pengekspor beras terbesar di dunia. Tidak hanya itu, Thailand juga merupakan negara yang memiliki industri strategis di bidang otomotif dan suku cadangnya, komponen komputer, manufaktur ringan seperti perhiasan dan peralatan elektronik, serta industri pengolahan hasil pertanian dan perikanan.

Selain ekspor, Thailand juga melakukan impor tehadap komoditas yang tidak dapat dipenuhi di dalam negerinya, seperti bahan bakar, modal asing dan bahan-bahan atau material mentah.

Mata uang: Baht

Ekspor: 143,1 milliar US dollar (2007).

Impor: 121,9 milliar US dollar (2007).

GDP perkapita: 8.000 US dollar (2007).

Demografi

Jumlah Penduduk: 65,068,149 (tahun 2007)

Merupakan negara yang heterogen

Thailand memiliki jumlah penduduk 65,068,149 juta jiwa, sehingga merupakan negara ketiga yang memiliki jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara (setelah Indonesia dan Filipina).

Karena letak Thailand yang berbatasan langsung dengan empat negara Asia Tenggara (Malaysia, Kamboja, Myanmar dan Laos), Thailand sangat multietnik.

Populasi di Thailand didominasi oleh etnis Thai dan Lao yang berjumlah 3/4 dari seluruh penduduk (75%). Selain itu juga terdapat komunitas besar etnis Tionghoa (China) yang secara sejarah memegang peranan yang besar (yang tidak proporsional dengan jumlahnya di negara tersebut) dalam bidang ekonomi. Etnis lainnya termasuk etnis Melayu di selatan, Mon, Khmer dan berbagai suku orang bukit.

Sekitar 95% penduduk Thailand adalah pemeluk agama Buddha aliran Theravada, namun ada minoritas kecil pemeluk agama Islam, Kristen dan Hindu. Bahasa Thailand merupakan bahasa nasional Thailand, yang ditulis menggunakan aksaranya sendiri, tetapi ada banyak juga bahasa daerah lainnya. Bahasa Inggris juga diajarkan secara luas di sekolah.

Bahasa resmi Thailand adalah bahasa Thai. Mayoritas penduduk Thailand hidup di pedesaan (68%) dan selebihnya tinggal di perkotaan (32%). Hal ini tidak lepas dari adanya keberanian pemerintah Thailand dalam menekan jumlah urbanisasi di negara tersebut.

Militer

Jumlah Angkatan Perang:sekitar 300,000 tentara

Alusista Utama: Kapal induk dan armada tank.

Thailand merupakan negara yang rawan akan konflik, baik konflik internal maupun eksternal. Oleh karenanya, armada militer sangat diperlukan dalam menjaga integritas di Thailand. Pada tahun 2004, angkatan bersenjata Thailand berjumlah sekitar 300,000.

Kapal induk dan armada tank merupakan armada pertahanan paling penting di Thailand, karena armada tersebut digunakan sebagai bagian dari pertahanan darat dan laut wilayah Thailand yang banyak berbatasan dengan negara-negara di Asia tenggara (Malaysia, Kamboja, Myanmar dan Laos).

Tahun 2004, kekuatan angkatan bersenjata Thailand berjumlah sekitar 300,000 tentara, dengan pembagian antara lain, angkatan darat 190,000 anggota, angkatan laut 70,600 anggota, dan angkatan udara berjumlah 46,000 anggota. Dinas militer merupakan hal yang wajib bagi semua laki-laki di Thailand berumur 21 sampai 30 tahun yang memiliki kondisi fisik yang sehat dan tidak cacat. Anggaran belanja militer dan pertahanan Thailand tahun 2005 adalah 1,8%.

Sebagai negara yang rawan akan konflik, baik konflik internal maupun eksternal, dan banyak berbatasan dengan negara-negara di Asia tenggara (Malaysia, Kamboja, Myanmar dan Laos), Thailand memiliki armada pertahanan yang cukup mumpuni, dan mungkin merupakan armada pertahanan yang paling di segani di Asia Tenggara.

Geografi

Negara Pantai

Terletak di Asia Tenggara

Beriklim Tropis

Thailand terletak di Asia Tenggara berbatasan langsung dengan Laos dan Kamboja di Timur, teluk Thailand dan Malaysia di Selatan, serta Laut Andaman dan Myanmar di Barat. Negara ini merupakan negara pantai yang memiliki garis pantai hampir sepanjang wilayahnya.

Cuaca Thailand adalah tropis dan bercirikan monsun. Ada monsun hujan, hangat dan berawan dari sebelah barat daya antara pertengahan Mei dan September, serta monsun yang kering dan sejuk dari sebelah timur laut dari November hingga pertengahan Maret. Tanah genting di sebelah selatan selalu panas dan lembab.

Kondisi geografis di Thailand hampir sama dengan kondisi geografis negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Thailand terletak pada Koordinat 13o44’ LU 100o30’ BT serta merupakan tempat terletaknya beberapa wilayah geografis yang berbeda. Di sebelah utara, keadaannya bergunung-gunung, dan titik tertingginya berada di Doi Inthanon (2.576 m). Sebelah timur laut terdiri dari Hamparan Khorat, yang dibatasi di timur oleh sungai Mekong. Wilayah tengah negara didominasi lembah sungai Chao Phraya yang hampir seluruhnya datar, dan mengalir ke Teluk Thailand. Di sebelah selatan terdapat Tanah Genting Kra yang melebar ke Semenanjung Melayu.

Thailand merupakan negara yang memiliki luas wilayah terbesar ke-tiga di Asia Tenggara (setelah Indonesia dan Myanmar), yaitu seluas 514,000 km2, dengan wilayah daratan 511,770 km2 (27,54% ladang, lahan tetap 6,93% dan lainnya 65,53%), serta
perairan 2,230 km2. Titik terendah di Thailand adalah Teluk Thailand (0 m), dan Titik tertingginya adalah Doi Inthanon (2,576 m). Thailand memiliki garis pantai sepanjang 3,219 km, dan menjadikannya sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang ke-empat di Asia Tenggara, setelah Indonesia, Malaysia dan Vietnam.

Diplomasi

Diplomasi yang memprioritaskan pada ASEAN

Diplomasi Thailand lebih memprioritaskan pada ASEAN, hal ini dikarenakan kerjasama dengan negara-negara ASEAN yang notabene memiliki jarak dan kultur yang hampir mirip dengan Thailand, sehingga diharapkan lebih mempermudah Thailand dalam memenuhi kepentingan nasionalnya.

Adanya globalisasi yang meiliki kecenderungan regionalisme dianggap Thailand merupakan salah satu alasan dari prioritas utama diplomasi Thailand di ASEAN. Apalagi, melihat jarak yang berdekatan, serta kultur negara-negara ASEAN yang hampir mirip akan lebih mempermudah dan mempercepat pemenuhan kepentingan nasional Thailand.

Sejarah Interaksi Internasional

Interaksi internasional Thailand sudah berlangsung sejak dahulu, serta terjadi dengan negara-negara tetangganya.

Sekarang, interaksi internasional Thailand lebih berorientasi pada negara-negara anggota ASEAN

Sejarah interaksi internasional Thailand sudah berlangsung sejak dahulu. Hal ini dapat dilihat pada peninggalan-peninggalan sejarah berupa kuil dan candi di Thailand dan negara-negara tetangganya, seperti Myanmar dan Kamboja. Tidak hanya dengan negara-negara tetangganya, diperkirakan juga interaksi pada zaman kerajaan Thailand juga berlangsung dengan kerajaan-kerajaan besar lainnya, seperti kerajaan-kerajaan di China dan India.

Sebagai anggota dari ASEAN, interaksi Thailand dengan negara-negara lainnya lebih berorientasi pada negara-negara anggota ASEAN (kawasan ASEAN). Hal ini karena selain memiliki jarak yang berdekatan, juga dikarenakan ada banyaknya persamaan-persaman antar negara-negara dalam satu kawasan.

Interaksi Thailand terhadap negara-negara anggota ASEAN, antara lain adalah kerja sama yang dilakukan Thailand dan Malaysia dalam hal penanganan konflik Thailand Selatan, kerja sama antara Thailand, Laos dan Myanmar dalam menangani perdagangan obat-obatan terlarang, kerja sama Thailand dan Indonesia di bidang pariwisata, dan lain-lain. Adapun interaksi Thailand di luar negara-negara anggota ASEAN antara lain dengan Amerika Serikat, China, jepang, negara-negara Uni Eropa, dan lainnya dalam hal ekonomi dan kegiatan perdagangan.

Sejarah Thailand yang merupakan sebuah kerajaan (Siam), menjadikan negara ini memiliki sejarah internasional yang sangat panjang. Bahkan diperkirakan bahwa interaksi Thailand sudah ada sejak pertama kali munculnya kerajaan Thailand.

Saat ini, seperti yang juga telah dijelaskan pada keterangan Diplomasi, interaksi internasional Thailand lebih berorientasi dan memprioritaskan pada ASEAN.

Keterlibatan dalam Perang

Perang sebagian besar dikarenakan masalah perbatasan dan perebutan wilayah

Thailand pernah mengalami peperangan dengan Perancis Indo-China (kawasan Kamboja, Laos dan Vietnam) pada tahun 1940. Perang tersebut dimulai tanggal 28 September 1940, serta dilancarkan terhadap 24 propinsi Indo-China yang memiliki jarak/berbatasan langsung dengan Thailand. Perang ini adalah upaya Thailand dalam merebut kembali wilayah-wilayah pemerintahan Thailand yang berada di wilayah Laos dan Kamboja. Thailand juga pernah berperang bersama-sama Jepang melawan Inggris dan Amerika pada tahun 1942.

Bahkan, pada sekitar abad ke-18, Thailand juga pernah berperang melawan Vietnam dalam perebutan wilayah di Kamboja.

Thailand merupakan satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah. Namun hal ini bukan berarti bahwa negara ini tidak pernah terlibat dalam perang.

Diketahui bahwa Thailand pernah terlibat peperangan, khususnya dengan negara-negara tetangganya. Bahkan, sejak jaman kerajaan pun negara ini sering sekali mengalami peperangan.

Keterlibatan dalam Perjanjian Internasional

Negara yang turut aktif dalam mengikuti berbagai perjanjian internasional

Thailand merupakan sebuah negara yang turut aktif dalam mengikuti berbagai perjanjian internasional. Sebagai salah satu negara anggota ASEAN, pembentukan ASEAN yang diawali dari perjanjian kerjasama regional Asia Tenggara di Bangkok merupakan salah satu perjanjian internasional yang diikuti oleh Thailand. Thailand juga banyak ikut dalam perjanjian-perjanjian di dalam ASEAN, seperti perjanjian dalam sektor telekomunikasi ASEAN, yakni e-ASEAN Framework Agreement yang ditandatangani pada tanggal 24 November 2000 di Singapura.

Diluar ASEAN, antara lain keikutesertaan Thailand dalam perjanjian tariff dan perdagangan di WTO/General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) pada tanggal 2 Desember 1994, serta juga merupakan anggota aktif PBB yang bergabung pada tahun 1946 (Encarta 2008).

Sebagai sebuah negara, Thailand pasti akan berinteraksi dan membutuhkan negara lain. Hal ini karena tidak ada satu pun negara di dunia ini yang dapat hidup sendiri dan tidak melibatkan diri dengan negara lain (adanya interdependensi).

Thailand merupakan negara yang cukup aktif dalam mengikuti berbagai macam perjanjian dan organisasi internasional.

2. Resume Weekly News (event)

a) Berdasarkan Weekly news, Uraikan dalam 200 kata, kondisi real yang terjadi di negara masing-masing. (20 poin)

Jawaban :

Thailand merupakan negara yang rawan akan konflik, seperti konflik mengenai gerakan separatis di wilayah Thailand Selatan yang mayoritas muslim, etnis perbukitan di wilayah Utara Thailand, serta orang Isan di daerah Timur laut Thailand. Akal permasalahan dari terjadinya konflik di Thailand ini adalah adanya disparitas (perbedaan) ekonomi antara pusat dan provinsi di pinggiran, sehingga menimbulkan permasalahan-permasalahan tadi. Perbedaan yang sangat mencolok ini sudah jauh ada sebelum terjadinya krisis moneter di thailand, yakni sekitar tahun 1980-an, sehingga menimbulkan kekecewaan, kecemburuan dan rasa tidak adil yang kemudian berakibat pada keinginan masyarakat untuk mengatur mereka sendiri (otonomi, dan merdeka). Ditambah lagi dengan diskriminasi minoritas (agama, etnis) yang terjadi di ketiga wilayah Thailand tadi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang jitu oleh pemerintah Thailand dalam menangani permasalahan tadi (mengintegrasikan Thailand).

Selain masalah konflik dan disintegrasi di Thailand, negara ini juga kerap mengalami kudeta dalam pemerintahannya. Sejarah Thailand mencatat setidaknya sudah 23 kali dalam 74 tahun terakhir militer melakukan kudeta. Mungkin militer Thailand memegang rekor tertinggi dalam urusan kudeta, yang seringkali berakhir sukses sekaligus juga tercatat beberapa kali gagal. Tradisi yang sama juga terjadi di Filipina meskipun dengan intensitas dan dampak yang berbeda. Latar belakang kudeta hampir selalu sama, yakni militer menganggap politisi sipil tidak becus mengelola negara, dan hanya menciptakan instabilitas politik yang tanpa henti. Rakyat dikorbankan hanya untuk melanggengkan kekuasaan. Kudeta bagi rakyat Thailand bukanlah sesuatu yang luar biasa. Terjadinya revolusi tak berdarah tahun 1932 merupakan kudeta pertama di Thailand, sehingga menyebabkan dimulainya monarki konstitusional di negara tersebut. Sebelumnya, Thailand dikenal dengan nama Siam, yang kemudian berganti nama menjadi Thailand pada tahun 1939 dan untuk seterusnya, meskipun pernah sekali mengganti kembali ke nama lamanya (siam) pasca-Perang Dunia II. Selain revolusi tadi, kudeta yang baru-baru terjadi, yakni kudeta yang dilakukan oleh militer Thailand (Sonthi Boonyaratkalin) terhadap Perdana Menteri Thaksin Shinawatra akibat adanya dugaan KKN Thaksin, semakin jelas memperlihatkan sering terjadinya kudeta di negara tersebut.

b) Kaitkan kondisi real tersebut dengan basis kapabilitas negara. Kemukakan alasan mengapa kondisi tersebut (resume weekly news) terjadi. Uraikan dalam 100 kata. (30 poin)

Jawaban :

Sering terjadinya konflik di Thailand syarat akan muatan politis. Seperti konflik (separatisme) yang terjadi di wilayah Thailand Selatan, yang muncul oleh karena adanya tindakan diskriminatif dari pemerintah pusat. Namun, sebenarnya konflik ini sengaja di buat atau bahkan sengaja dipelihara oleh pemerintah Thailand untuk meredam menguatnya identitas lokal sehingga pemerintah pusat merasa terancam. Akibatnya, adanya rasa terancam dari pemerintah Thailand tadi dapat dijadikan sebagai alasan untuk melakukan hal apa pun, atau sengaja di buat untuk tujuan integrasi nasional. Jadi, menurut saya hal tersebut merupakan strategi yang sangat jitu dari pemerintah Thailand dalam mengintegrasikan Thailand dan menciptakan rasa nasionalisme masyarakat Thailand. Apalagi Thailand merupakan negara dengan penduduk yang multiagama dan multietnik, sehingga sangat rentan akan terjadinya konflik dan gerakan separatis.

Sedangkan seringnya kudeta yang dilakukan oleh militer Thailand, lebih dikarenakan adanya adanya ketidakpuasan dari pihak militer yang menganggap bahwa politisi sipil tidak becus mengelola negara, dan hanya menciptakan instabilitas politik yang tanpa henti, sehingga menurutnya rakyat dikorbankan hanya untuk melanggengkan kekuasaan. Di Thailand, Presiden/pemimpin negara tidak memegang kekuasaan atas militer di negaranya, berbeda dengan di Indonesia, dimana pemegang kekuasaan militer adalah Presiden selaku pemimpin negara. Akibatnya, militer dapat dengan mudah melakukan kudeta apabila mereka merasa tidak puas akan pemerintahan yang sedang berlangsung, seperti kudeta militer yang dilakukan terhadap Thaksin oleh karena adanya ketidakpuasan mereka atas pemerintahan Thaksin.

Namun, kedudukan raja sebagai simbol tertinggi dan pelindung buddhisme serta pemimpin moral di Thailand, menjadikan konflik antara elit-elit dan kudeta-kudeta yang sering terjadi di Thailand dapat dengan mudah diselesaikan oleh raja. Posisi rakyat biasanya hanya sebagai penonton, karena mereka yakin bahwa krisis politik separah apapun dapat diselesaikan setelah raja turun tangan.

3. Kemukakan argumentasi tentang kapabilitas negara Anda, bila dibandingkan dengan negara-negara kelompok kawasannya (30 poin)

Berkaitan dengan kapabilitas negara (Thailand), saya rasa berkaitan dengan potensi negara ini untuk menjadi sebuah negara adidaya. Hal ini karena jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, Thailand lebih banyak meiliki potensi untuk menjadi negara adidaya dikawasan tersebut. Mungkin hanya Indonesia yang paling berpeluang untuk menjadi pembanding atas potensi Thailand untuk menjadi negara adidaya. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

Sebagai salah satu negara penting dan terbilang maju di kawasan Asia Tenggara, Thailand sangat berpotensi untuk menjadi negara adidaya di kawasan tersebut. Tidak hanya itu, negara ini juga memiliki potensi untuk menjadi sebuah negara kuat/besar, bahkan mungkin negara adidaya menggantikan Amerika J. Mengapa? Jika kita lihat dari sumber daya, baik itu Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusianya (SDM), Thailand memiliki banyak sekali kelebihan, serta tidak kalah dengan negara-negara maju lainnya, seperti sumber daya mineral, timah, batu permata, dan nilam. Thailand juga memiliki cadangan batu bara yang sangat besar, serta memiliki kekayaan hutan dan laut yang sangat melimpah, sehingga menjadikannya salah satu negara penghasil komoditas pertanian (agrikultur) dan perikanan terbesar di dunia (www.cia.gov/thailand/index.html).

Di kawasan Asia Tenggara, jika dibandingkan dengan negara tetangganya yang sudah lumayan maju, seperti Malaysia, Singapura dan Indonesia, dari segi SDA negara ini bahkan mengungguli Malaysia, apalagi Singapura. Meskipun dengan Indonesia tidak, karena kita ketahui bahwa Indonesia memiliki SDA terbesar di Asia Tenggara, serta merupakan pula negara terbesar di kawasan Asia Tenggara. Namun, dalam pemanfaatannya, Thailand lebih baik dibandingkan dengan Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari kemampuan Thailand dalam mengelola lahan pertanian dan pertambangan, sehingga menjadikannya negara pengekspor padi tebesar, serta juga salah satu negara terbesar penghasil dan pengekspor barang-barang tambang.

Dari segi SDM sendiri, Thailand merupakan negara produsen terbesar produk-produk otomotif dan elektronik, sehingga tidak diragukan lagi kalau negara ini memiliki SDM yang handal, meskipun mungkin masih kalah jika dibandingkan dengan negara tetangganya, yakni Singapura dan Malaysia. Namun, jika melihat dari kekuatan militer Thailand yang memiliki armada besar dan lengkap, serta adanya wajib militer bagi semua laki-laki Thailand yang berumur 21 sampai 30 tahun, sebuah kapal induk, juga anggaran militer sebesar 1,8% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) (tahun 2005), Thailand masih unggul jika dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Ditambah lagi, luas wilayah dan jumlah penduduk Thailand jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Sehingga, Thailand dapat dikatakan sebagai pilar utama di kawasan Asia Tenggara, serta memiliki potensi untuk menjadi negara adidaya di kawasan tersebut. Sebagai tambahan, jika dilihat dari sejarah latar belakang negara ini, Thailand memiliki status istimewa sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak pernah mengalami masa penjajahan, status ini membuat banyak pandangan tentang orang barat relatif tidak terlalu buruk. Dengan demikian rakyat Thailand tidak pernah mengalami pahit getirnya masa penjajahan yang menumbuhkan rasa permusuhan bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara, khususnya terhadap negara penjajah. Bahkan pengalaman sejarah yang unik tersebut membuat Thailand lebih cepat dan mudah dalam menyesuaikan diri dalam dengan proses modernisasi seperti negara-negara barat (Dikutip dari Skripsinya Ganjar Nugraha, Peranan Raja dan Militer Dalam Perpolitikan Thailand: 3-4).

Sedangkan, potensi Thailand untuk menjadi negara adidaya di dunia juga dapat dilihat dari potensi negara untuk menjadi negara adidaya di kawasan seperti yang sudah dijelaskan di atas. Sehingga, apabila Thailand dapat menjadi negara pilar utama/negara adidaya di kawasan ASEAN, besar kemungkinan negara ini juga dapat menjadi sebuah negara adidaya di dunia. Karena seperti kita ketahui bahwa ASEAN merupakan sebuah organisasi kawasan yang paling eksis kedua setelah Uni Eropa, serta juga memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.

Adapun dalam proses menuju sebuah negara adidaya tadi, Thailand dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Menjadi sebuah negara adidaya dalam suatu kawasan. Dalam hal ini ASEAN, sehingga, jika Thailand dapat menguasai atau menjadi negara adidaya di ASEAN, besar kemungkinan Thailand juga dapat menjadi negara adidaya di dunia.

2. Mengembangkan penguasaan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga salah satu hal yang menjadi ukuran sebuah negara maju, yakni SDM (Sumber Daya Manusia) dapat lebih meningkat. Sebagai negara yang berusaha untuk menjadi negara maju atau bahkan negara adidaya, ada baiknya Thailand mengembangkan teknologi-teknologi yang menjadi kebutuhan di jaman globalisasi saat ini, seperti teknologi informasi dan komunikasi. Juga, ditengah krisis energi saat ini, pengembangan sumber daya nuklir sangat diperlukan. Apalagi, jika dikaitkan dengan pertahanan negara, pemanfaatan energi nuklir sebagai sebuah senjata sangat diperlukan sekali bagi negara adidaya.

3. Sebagai sebuah negara yang tidak pernah dijajah, Thailand lebih cepat dan mudah dalam menyesuaikan diri dengan proses modernisasi seperti negara-negara barat. Sehingga, hubungan baik dengan negara-negara barat dapat mudah dilakukan. Hubungan dengan negara-negara barat tadi, secara tidak langsung dapat menjadikan Thailand sebagai negara partner, dan proses transfer teknologi maupun bantuan/pinjaman modal pun mudah didapatkan oleh Thailand.

4. Memanfaatkan secara maksimal semua potensi-potensi yang ada.

04/06/08 13:28  www.antara.co.id

Jumat, 06 Juni 2008

Yala, Thailand (ANTARA News) – Pemerintah Thailand berencana akan mempelajari apa yang dapat diambil dari cara Indonesia menangani pemberontakan di Aceh, jurubicara pemerintah Wichianchot Sukchotrat menyatakan kepada AFP, Rabu. Kabinet, Selasa, memerintahkan kementerian dalam negeri dan badan pemerintahan selatan “untuk mempelajari model perdamaian Aceh untuk menyelesaikan masalah pemberontakan di wilayah selatan kami,” kata Wichianchot. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemerintah Indonesia di Helsinki tahun 2005, yang mengakhiri perjuangan mereka bagi kemerdekaan dengan imbalan otonomi luas.

Perjanjian perdamaian itu mengakhiri hampir tiga dasawarsa aksi kekerasan yang menewaskan lebih dari 15.000 orang. Wilayah Thailand selatan yang berpenduduk mayoritas beragama Islam dulunya adalah sebuah kesultanan Melayu Muslim sampai Thailand yang berpenduduk mayoritas beragama Budha mencaploknya tahun 1902, sehingga memicu ketegangan selama puluhan tahun. Aksi kekerasan terbaru meletus Januari 2004. Sementara itu empat orang tewas dalam serangan yang diduga dilakukan kelompok separatis di seluruh Thailand selatan, kata polisi, Rabu, termasuk seorang wanita tewas ketika sebuah bom menghantam sebuah pekan raya. Bom itu Selasa petang itu menghantam acara tahunan yang diselenggarakan Palang Merah Thailand di provinsi Yala. Seorang wanita Budha berusia 24 tahun tewas, sementara empat orang lainnya luka parah, kata polisi Yala.

Di provinsi yang sama Selasa petang, dua pria Muslim dan seorang wanita tewas ketika para gerilyawan menembaki rumah mereka saat sedang shalat Magrib, kata pihak berwenang lokal. Para pejabat polisi selatan baru-baru ini mengumumkan jumlah korban tewas dalam aksi kekerasan lebih dari empat tahun mencapai 3.300 orang, dan pemerintah Thailand telah berusaha mencari penyelesaian untuk mengatasi aksi kekerasan itu.

Sebagai salah satu negara penting dan terbilang maju di kawasan Asia Tenggara, Thailand sangat berpotensi untuk menjadi negara adidaya di kawasan tersebut. Tidak hanya itu, negara ini juga memiliki potensi untuk menjadi sebuah negara kuat/besar, bahkan mungkin negara adidaya menggantikan Amerika J. Mengapa? Jika kita lihat dari sumber daya, baik itu Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusianya (SDM), Thailand memiliki banyak sekali kelebihan, serta tidak kalah dengan negara-negara maju lainnya, seperti sumber daya mineral, timah, batu permata, dan nilam. Thailand juga memiliki cadangan batu bara yang sangat besar, serta memiliki kekayaan hutan dan laut yang sangat melimpah, sehingga menjadikannya salah satu negara penghasil komoditas pertanian (agrikultur) dan perikanan terbesar di dunia (www.cia.gov/thailand/index.html).

Di kawasan Asia Tenggara, jika dibandingkan dengan negara tetangganya yang sudah lumayan maju, seperti Malaysia, Singapura dan Indonesia, dari segi SDA negara ini bahkan mengungguli Malaysia, apalagi Singapura. Meskipun dengan Indonesia tidak, karena kita ketahui bahwa Indonesia memiliki SDA terbesar di Asia Tenggara, serta merupakan pula negara terbesar di kawasan Asia Tenggara. Namun, dalam pemanfaatannya, Thailand lebih baik dibandingkan dengan Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari kemampuan Thailand dalam mengelola lahan pertanian dan pertambangan, sehingga menjadikannya negara pengekspor padi tebesar, serta juga salah satu negara terbesar penghasil dan pengekspor barang-barang tambang.

Dari segi SDM sendiri, Thailand merupakan negara produsen terbesar produk-produk otomotif dan elektronik, sehingga tidak diragukan lagi kalau negara ini memiliki SDM yang handal, meskipun mungkin masih kalah jika dibandingkan dengan negara tetangganya, yakni Singapura dan Malaysia. Namun, jika melihat dari kekuatan militer Thailand yang memiliki armada besar dan lengkap, serta adanya wajib militer bagi semua laki-laki Thailand yang berumur 21 sampai 30 tahun, sebuah kapal induk, juga anggaran militer sebesar 1,8% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) (tahun 2005), Thailand masih unggul jika dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Ditambah lagi, luas wilayah dan jumlah penduduk Thailand jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Sehingga, Thailand dapat dikatakan sebagai pilar utama di kawasan Asia Tenggara, serta memiliki potensi untuk menjadi negara adidaya di kawasan tersebut. Sebagai tambahan, jika dilihat dari sejarah latar belakang negara ini, Thailand memiliki status istimewa sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak pernah mengalami masa penjajahan, status ini membuat banyak pandangan tentang orang barat relatif tidak terlalu buruk. Dengan demikian rakyat Thailand tidak pernah mengalami pahit getirnya masa penjajahan yang menumbuhkan rasa permusuhan bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara, khususnya terhadap negara penjajah. Bahkan pengalaman sejarah yang unik tersebut membuat Thailand lebih cepat dan mudah dalam menyesuaikan diri dalam dengan proses modernisasi seperti negara-negara barat (Dikutip dari Skripsinya Ganjar Nugraha, Peranan Raja dan Militer Dalam Perpolitikan Thailand: 3-4).

Sedangkan, potensi Thailand untuk menjadi negara adidaya di dunia juga dapat dilihat dari potensi negara untuk menjadi negara adidaya di kawasan seperti yang sudah dijelaskan di atas. Sehingga, apabila Thailand dapat menjadi negara pilar utama/negara adidaya di kawasan ASEAN, besar kemungkinan negara ini juga dapat menjadi sebuah negara adidaya di dunia. Karena seperti kita ketahui bahwa ASEAN merupakan sebuah organisasi kawasan yang paling eksis kedua setelah Uni Eropa, serta juga memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.

Adapun dalam proses menuju sebuah negara adidaya tadi, Thailand dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :

1.        Menjadi sebuah negara adidaya dalam suatu kawasan. Dalam hal ini ASEAN, sehingga, jika Thailand dapat menguasai atau menjadi negara adidaya di ASEAN, besar kemungkinan Thailand juga dapat menjadi negara adidaya di dunia.

2.        Mengembangkan penguasaan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga salah satu hal yang menjadi ukuran sebuah negara maju, yakni SDM (Sumber Daya Manusia) dapat lebih meningkat. Sebagai negara yang berusaha untuk menjadi negara maju atau bahkan negara adidaya, ada baiknya Thailand mengembangkan teknologi-teknologi yang menjadi kebutuhan di jaman globalisasi saat ini, seperti teknologi informasi dan komunikasi. Juga, ditengah krisis energi saat ini, pengembangan sumber daya nuklir sangat diperlukan. Apalagi, jika dikaitkan dengan pertahanan negara, pemanfaatan energi nuklir sebagai sebuah senjata sangat diperlukan sekali bagi negara adidaya.

3.        Sebagai sebuah negara yang tidak pernah dijajah, Thailand lebih cepat dan mudah dalam menyesuaikan diri dengan proses modernisasi seperti negara-negara barat. Sehingga, hubungan baik dengan negara-negara barat dapat mudah dilakukan. Hubungan dengan negara-negara barat tadi, secara tidak langsung dapat menjadikan Thailand sebagai negara partner, dan proses transfer teknologi maupun bantuan/pinjaman modal pun mudah didapatkan oleh Thailand.

4.        Memanfaatkan secara maksimal semua potensi-potensi yang ada.

 

Thailand merupakan sebuah negara yang turut aktif dalam mengikuti berbagai perjanjian internasional. Sebagai salah satu negara anggota ASEAN, pembentukan ASEAN yang diawali dari perjanjian kerjasama regional Asia Tenggara di Bangkok merupakan salah satu perjanjian internasional yang diikuti oleh Thailand. Adapun kemudian, hasil dari perjanjian tersebut adalah Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok yang disetujui pada tanggal 8 Agustus 1967, yang menandai berdirinya Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara  (Association of South East Asian Nations/ASEAN). Thailand juga banyak ikut dalam perjanjian-perjanjian di dalam ASEAN, seperti perjanjian dalam sektor telekomunikasi ASEAN, yakni e-ASEAN Framework Agreement yang ditandatangani pada tanggal 24 November 2000 di Singapura.

Thailand juga turut seta dalam perjanjian tariff dan perdagangan di WTO/General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) pada tanggal 2 Desember 1994, serta juga merupakan anggota aktif PBB yang bergabung pada tahun 1946 (Encarta 2008).

106. Tambah kecepatan komputer Anda dengan menghilangkan penampakan yang bagus namun memakan banyak waktu, yakni animasi. Caranya, buka Control Panel, dan klik ganda System. Klik tab Advanced dan tekan tombol Performance Settings. Kemudian enable option Adjust for the best performance.

107. Untuk mengurangi waktu booting yang terasa lama, atur di BIOS agar booting dimulai dari harddisk baru kemudian CD atau floppy drive pada pilihan berikutnya.

108. Atur supaya Windows hanya akan me-load program yang dibutuhkan saja saat mulai berjalan supaya waktu loading lebih cepat dan kerja komputer lebih ringan. Ketikkan “msconfig” tanpa tanda petik di kotak dialog Run dan tekan Enter. Pada tab General, pilih option Selective Startup, kemudian buka tab Startup dan nonaktifkan semua program yang tidak perlu.

109. Anda bisa memonitor penggunaan processor dengan menekan tombol Ctrl+Alt+Del untuk membuka Task Manager. Kemudian minimize window tersebut, Anda akan melihat grafik penggunaan kapasitas processor di system tray.

110. Untuk meningkatkan kecepatan menyimpan data di USB ZIP drive, buka My Computer dan klik kanan drive ZIP tersebut. Pilih Properties, buka tab Hardware klik Properties, kemudian buka tab Policies dan aktifkan option Optimize for Performance.

111. Untuk mempercepat tampilan Start Menu, buka Registry Editor (ketikkan “regedit” tanpa tanda petik di kotak dialog Run). Masuk dalam direktori HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop. Klik ganda value yang bernama MenuShowDelay, ganti angka yang ada menjadi 100. Dengan cara ini, maka delay tampilan Start Menu semakin singkat.

112. Ada cara cepat mematikan komputer. Tekan tombol Ctrl+Alt+Del, pada windows Task Manager yang muncul, tekan menu Shut Down dan tahan tombol Ctrl saat mengklik Turn Off. Pastikan dulu semua dokumen telah di-save.

113. Anda bisa melihat grafis yang menampilkan performance komputer berdasarkan beberapa indikator. Misalnya penggunaan processor, memory, dan lain sebagainya. Caranya, buka Control Panel dan klik ganda Administrative Tools. Buka fitur Performance.

114. Anda juga bisa menambahkan beberapa indikator lain dalam fitur Performance (di nomer 13) dengan mengklik icon + dan memilih indikator baru apa saja yang hendak ditampilkan.

115. Anda bisa menggabungkan sebuah file registry atau .reg ke dalam registry Windows Anda, dengan mengklik ganda file tersebut. Untuk mengetahui fungsinya, buka dengan notepad.

116. Jika Anda menggunakan RAM sebesar 512 MB, atur agar Windows tidak membuat paging ke disk agar performance komputer semakin meningkat. Caranya, buka Registry Editor dan masuk dalam direktory HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM|Current ControlSet\Control\SessionManager\MemoryManagement.
Ubah value DisablePagingExecutive menjadi 1.

117. Gunakan Bootcfg.exe untuk mengedit boot.ini Windows XP. Caranya, ketikkan “cmd” tanpa tanda petik dalam kotak dialog Run untuk masuk dalam DOS Prompt, dan ketikkan bootcfg: /? setelah muncul prompt untuk memperoleh informasi mengenai fitur dalam program ini.

118. Untuk memilih operating system dalam yang digunakan dalam sebuah komputer yang memiliki partisi drive, buka Control Panel, masuk dalam System kemudian buka tab Advanced. Klik tombol Startup and Recovery Setting kemudian Edit.

119. Gunakan utility klasik chkdsk untuk men-scan harddisk dan memperbaiki error yang ditemui. Caranya, klik Start |Run dan ketikkan “chkdsk c:/f” tanpa tanda petik untuk men-scan dan memperbaiki drive C. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang fitur dalam chkdsk, ketikkan “chkdsk /?”.

120. Anda bisa melewati Scanner and Camera Wizard saat memasang kamera digital. Untuk mengaksesnya, gunakan Windows Explorer atau My Computer. Kamera digital Anda akan tampil sebagai drive.

121. Ada utility dalam Windows XP Pro Edition yang jarang digunakan, yakni gpedit. Jalankan utility ini dengan mengetikkan “gpedit.msc” tanpa tanda petik di kotak dialog Run dan tekan Enter. Utility ini bisa digunakan untuk setiap tool dan komponen yang ada di Windows. Coba satu per satu setting yang Anda inginkan kemudian perhatikan hasilnya.

122 Mengatur Jadwal Perawatan
Daripada bersusah payah membersihkan sampah di Windows, atur agar Windows membersihkan dirinya sendiri secara berkala dengan Schedule Task.

a. Untuk mengatur jadwal perawatan Windows secara berkala, buka Control Panel, klik ganda Scheduled Tasks. Tambahkan Scheduled Task melalui wizard. Klik Next untuk masuk dalam list berisi program yang bisa dijadwalkan.
b. Jika tool yang hendak Anda jadwalkan tidak tertera pada list, klik Browse dan arahkan ke folder tempat tool yang Anda maksud berada. Kebanyakan tool Windows berada dalam folder Windows\system32. Pilih salah satu dan klik Open.
c. Ketik nama task tersebut dan tentukan tingkat keseringan atau frekuensi jadwal program tersebut. Klik Next, atur setting lain yang diperlukan dan tambahkan username beserta password untuk mengamankan Schedule Task.

123. Gunakan utility gratis PowerToys dari www.microsoft.com/windowsxp/home/downloads/powertoys.asp yang sangat berguna. PowerToys sendiri terdiri dari beberapa program, di antaranya Open Command Window Here, Alt-Tab Replacement, Tweak UI, Power Calculator, Image Resizer, CD Slide Show Generator, Virtual Desktop Manager,Taskbar Magnifier, HTML Slide Show Wizard, dan Webcam Timershot.

124. Windows Anda bisa memperoleh tambahan kecepatan jika Indexing Service dinonaktifkan. Caranya mudah, buka Administrative Tools di Control Panel, pilih Services dan disable Indexing Service.

125. Kembangkan kapasitas harddisk dengan menggunakan Disk Cleanup. Buka My Computer, klik kanan drive yang ada dan pilih Properties. Buka tab General dan klik tombol Disk Cleanup. Bersihkan semua file sampah tersebut, termasuk mengosongkan isi Recycle Bin dari semua data yang sudah tidak digunakan lagi.

126. Hilangkan semua shortcut di folder Startup dalam Start Menu. Sebab, program yang memiliki shortcut dalam folder ini secara otomatis akan dieksekusi saat kali pertama Windows dijalankan.

127. Periksa setting messenger yang ada dalam komputer Anda, karena hampir setiap messenger akan me-load dirinya sendiri secara otomatis setiap kali Windows dijalankan. Usahakan agar option Automatically Login atau Load at Windows Start tidak aktif.

128. Anda bisa mengakses setiap program secara langsung dengan mengetikkan nama programnya di kotak dialog Run. Misalnya calc untuk kalkulator, winword untuk Microsoft Word, dan lain sebagainya. (Sumber : Majalah PC Media)

Thailand merupakan negara pendiri ASEAN, bersama dengan Indonesia, Malaysia, Phillipina dan Singapura. ASEAN (Association of South East Asian Nations) yang merupakan sebuah organisasi kawasan/perhimpunan bangsa-bangsa di Asia Tenggara, pertama kali didirikan dan diresmikan dengan ditandatanganinya Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok oleh Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Malaysia dan para Menteri Luar Negeri dari Indonesia, Filipina, Singapura dan Thailand. Thailand memiliki peranan yang sangat penting di ASEAN, dan dapat dikatakan sebagai salah satu negara yang menjadi pilar di ASEAN. ASEAN sendiri merupakan organisasi yang menjadi prioritas utama dari kebijakan/politik luar negeri Thailand. Sebagai anggota ASEAN, ini berarti bahwa Thailand pernah terlibat juga dalam perjanjian internasional yang diadakan dalam organisasi tersebut, seperti AFTA dan e-ASEAN Framework Agreement.

Thailand juga merupakan anggota aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang ikut bergabung pada tahun 1946, setahun setelah organisasi tersebut didirikan. Negara ini juga turut berpartisipasi dalam organisasi-organisasi di bawah agen PBB, seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (Bank Dunia), Organisasi PBB di bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO), Organisasi Pangan dan Agrikultur (FAO), serta Komisi Sosial dan Ekonomi untuk wilayah Asia Pasifik.

Selain organisasi diatas tadi, Thailand juga aktif mengikuti berbagai macam organisasi internasional lainnya, diantaranya : ADB, APEC, APT, ARF, BIMSTEC, BIS, CP, EAS, G-77, IAEA, IBRD, ICAO, ICC, ICCt (signatory), ICRM, IDA, IFAD, IFC, IFRCS, IHO, ILO, IMO, IMSO, Interpol, IOC, IOM, IPU, ISO, ITSO, ITU, ITUC, MIGA, NAM, OAS (observer), OIC (observer), OPCW, OSCE (partner), PCA, UNAMID, UNCTAD, UNHCR, UNIDO, UNMIS, UNWTO, UPU, WCL, WCO, WFTU, WHO, WIPO, WMO, WTO.

 

 

Senin, 2 Juni 2008 | 16:02 WIB

BANGKOK, SENIN-Demonstrasi antipemerintah dan rumor kudeta militer telah berdampak negatif terhadap ekonomi Thailand dan kepercayaan investor. Menteri Keuangan Thailand Suraphong Suebwonglee menjelaskan, kondisi ini telah mengakibatkan nilai saham Thailand anjlok dalam lima hari belakangan ini.

Aksi demonstransi turun ke jalan untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Thailand Samak Sundaravej dan pemerintah koalisinya telah memasuki hari ke-8. Sabtu (31/5) pekan lalu, Samak mengancam akan mengerahkan polisi dan tentara untuk membubarkan aksi demonstrasi. Namun, Samak mencabut ancamannya tersebut Minggu (1/6) kemarin.

Demonstran yang dipimpin Aliansi Rakyat untuk Demokrasi  menuduh Samak menjadi boneka dari mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang telah disingkirkan. Samak juga dituduh mencoba mengubah undang-undang untuk kepentingan politiknya.

Suraphong Suebwonglee mengakui aksi demonstrasi sepekan terakhir telah berdampak negatif ke ekonomi dan kepercayaan investor. “Saya telah menjelaskan kalangan investor bahwa demonstrasi tersebut tidak akan berbuntut ke aksi kekerasan atau kudeta militer,” jelas menteri keuangan Thailand itu kepada beberapa wartawan di Bangkok. Suraphong Suebwonglee menjelaskan telah mendapatkan jaminan dari panglima militer Thailand mengenai tidak akan adanya kudeta.

Militer Thailand telah menggulingkan Thaksin pada tahun 2006 menyusul berlangsungnya gelombang protes selama beberapa bulan oleh Aliansi Rakyat untuk Demokrasi dan kelompok lainnya yang menuduh Thaksin terlibat korupsi dan meruntuhkan demokrasi di Thailand. Setelah beberapa bulan berada di pengasingan, Thaksin bertolak kembali ke Bangkok awal tahun 2008 ini untuk menghadapi gugatan tuduhan korupsi yang diarahkan kepada dirinya dan keluarganya.

 

Sabtu, 31 Mei 2008 | 18:53 WIB

BANGKOK, SABTU-Perdana Menteri Thailand Samak Sundaravej mengancam akan menumpas aksi protes ribuan demonstran yang menuntut pengunduran dirinya. “Saya minta orang-orang menjauh dari lokasi demonstrasi karena polisi dan tentara sedang menyiapkan kekuatan untuk mengusir mereka,” kata Samak dalam pidato dadakan di televisi, Sabtu (31/5). “Saya tidak bisa menerima ini, begitu juga dengan polisi dan tentara,” katanya melanjutkan. Pernyataan Samak itu muncul setelah ada rumor bahwa akan ada kudeta militer kedua dalam dua tahun terakhir. Pemerintahan Samak berkuasa sejak Februari setelah menang pemilu yang ditujukan untuk memulihkan demokrasi di negara itu. Namun para demonstran menudingnya cuma sebagai boneka mantan PM Thaksin Shinawatra yang terguling pada 2006. Sejak Sabtu pagi sekitar 3.000 demonstran berkumpul di depan gedung PBB di Bangkok. Sedikitnya 600 polisi antihuru-hara dikerahkan di sekitar lokasi. Tak jauh dari situ diparkir empat mobil pemadam kebakaran dan sejumlah ambulans.

Para demonstran yang diorganisasi Aliansi Rakyat untuk Demokrasi Rakyat itu mengibarkan ratusan bendera. Puluhan orang di antara mereka membawa pemukul baseball membentuk lingkaran untuk menjaga para demonstran yang duduk di jalan.

Somkiat Pongpaiboon, pemimpin demonstran, berjanji akan terus menggelar aksi damai sampai pemerintah jatuh. “Tapi kalau mereka menyakiti atau melanggar hak kita, kita akan mempertahankan diri,” teriaknya di depan para demonstran yang menyambutnya dengan teriakan. Mereka menuding semua kebijakan yang diambil PM Samak untuk kepentingan Thaksin. Samak dituduh berupaya mengubah UU buatan militer untuk memperkuat kekuasaan dan menjaga Thaksin agar tidak diadili atas tuduhan korupsi.

Aliansi Rakyat untuk Demokrasi menggelar demonstrasi besar-besaran pada 2006 yang kemudian menyeret negara itu ke dalam kudeta terhadap Thaksin. Kepala Polisi Metropolitan Asawin Kwanmuang mengatakan polisi akan menggunakan cara halus untuk mengusir para demonstran dari jalanan. “Namun kami juga bisa menggunakan cara keras, bila mereka menolak,” katanya. Panglima Tinggi Boonsang Niempradit membenarkan telah menerima perintah dari Samak dan telah menyiagakan pasukannya. Ia mengatakan akan membiarkan polisi menjalankan tugasnya dan militer hanya akan turun bila polisi tidak bisa mengendalikan situasi. “Namun kami akan mengikuti perintah bila perdana menteri memerintahkan militer bertindak,” kata Boonsang.

21 Mei 2008 | 15:28 WIB

Bangkok ( Berita ) : Perdana Menteri Thailand Samak Sundaravej akan bertemu dengan Sekjen PBB Ban Ki moon akhir pekan ini menjelang satu konferensi di Myanmar yang bertujuan untuk mendapat bantuan lebih banyak bagi para korban topan yang selamat, kata menlu Thailand , Selasa [20/05]. “Ban Ki moon akan tiba di Thailand besok (Rabu). Saya akan menyambut dia, dan saya akan bertemu dengan perdana menteri di Gedung Pemerintah 24 Mei,” kata Noppadon Pattama kepada wartawan.

Ban menurut rencana akan mengunjungi Myanmar, Kamis dan Jumat, dia berencana akan mengunjungi daerah delta  di barat daya negara itu yang hancur dilanda topan . Ia kemudian akan berada di Bangkok Jumat malam dan Sabtu, sebelum bertolak ke Myanmar Ahad untuk menghadiri satu konferensi internasional. Noppadon tidak mengungkapkan topik diskusi antara Ban dan Samak. Akan tetapi, menlu itu mengatakan ia secara pribadi akan membicarakan dengan sekjen PBB itu  persiapan-persiapan bagi konferensi donor itu, yang juga ia akan hadiri. PBB dan ASEAN berjanji  bahwa konferensi itu adalah bagian dari usaha-usaha untuk meminta kepada para penguasa militer Myanmar mengizinkan usaha-usaha kemanusiaan sampai ke sekitar dua juta orang yang selamat  dari topan itu yang menghadapi kelaparan  dan penyakit.

Ban pekan lalu meminta Samak mendesak Myanmar untuk mengizinkan para pekerja sosial asing  membantu para korban Topan Nargis , yang menyebabkan paling tidak 133.000 orang tewas atau hilang  awal Mei. Samak melakukan kunjungan sehari ke Myanmar Rabu lalu , di mana ia bertemu dengan sejawat Myanmarnya , tetapi ia pulang ke Thailand dan mengatakan rezim itu masih menekankan mereka dapat mengatasi sendiri usaha-usaha pertolongan. (ant/afp)

26 Mei 2008 | 11:26 WIB

Bangkok ( Berita ) : Thailand dan Kamboja  menyelesaikan sengketa perbatasan atas kuil Preah Vihear bergaya Hindu, yang membuka jalan  bagi lokasi kuno itu menjadi calon Lokasi Pusaka Dunia PBB , kata laporan-laporan media, Minggu [25/05] .

Dalam satu pertemuan yang diprakarsai Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengatahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) di Paris, Kamis, Kamboja menyetujui satu usulan Thailand bahwa hanya kompleks kuil, dan bukan daerah sekitarnya , akan masuk dalam usul Lokasi Pusaka Dunia itu, kata Menlu Thailand Noppodon Pattama kepada suratkabar Bangkok Post. Thailand sebelumnya menolak usaha Kamboja untuk menjadikan kuil itu masuk dalam daftar lokasi pusaka dunia  dengan alasan bahwa usul itu mencakup tanah sekitar kompleks kuil yang masih dalam sengketa perbatasan antara kedua negara.

Preah Vihear atau Phra Viharn  sebagaimana disebut di Thailand , merupakan satu masalah yang dipertikaikan  antara dua negara bertetangga itu selama puluhan tahun. Sengketa mengenai kepemilikan  kuil tua itu, yang terletak di perbatasan Thailand-Kamboja , di bawa ke Mahkamah Internasional , yang yang  pada15 Juni 1962 menetapkan  lokasi itu milik Kamboja.

Kendatipun kuil itu terletak dekat perbatasan Kamboja, kini berada dibawah manajemen pemerintah Kamboja,akses paling gampang ke lokasi itu untuk para wisatawan adalah melalui Thailand. Kamboja harus menyusun satu peta baru bagi usul Lokasi Pusaka  Dunia Preah Vihear dan mengirimkannya kepada UNESCO 6 Juni. Lokasi baru itu akan diumumkan oleh UNESCO Juli. ( ant/dpa )

Tulisan Sebelumnya »