1. Resume dalam bentuk bagan
|
Kapabilitas Politik Negara |
Paham yang dianut |
Uraian |
Keterangan |
|
Ideologi |
Monarki konstitusional. Ibu kota: Bangkok Raja: PHUMIPHON Perdana Menteri: SAMAK Sundavavej |
Negara yang ber-ibu kota di Bangkok ini menganut sistem demokrasi keterwakilan, ada juga yang menyebut sebagai demokrasi parlementer. Sebagai negara yang menganut konstitusional, peran Perdana Menteri (PM) tergantung pada keterwakilan di parlemen, dan peran raja masih berpengaruh sebagai simbol kultural. Kota-kota besar selain ibu kota Bangkok adalah Nakhon Ratchasima, Nakhon Sawan, Chiang Mai, dan Songkhla. Thailand merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah sekalipun mengalami penjajahan. |
Parlemen Thailand yang bikameral dinamakan Majelis Nasional atau Rathasapha, yang terdiri dari Dewan Perwakilan (Sapha Phuthaen Ratsadon) yang beranggotakan 500 orang dan Senat (Wuthisapha) yang beranggotakan 200 orang. Anggota keduanya dipilih melalui pemilu rakyat. Anggota Dewan Perwakilan menjalani masa bakti selama empat tahun, sementara para senator menjalani masa bakti selama enam tahun.
Raja PHUMIPHON yang lahir pada tanggal 5 Desember 1927 mulai memimpin Thailand sejak tahun 1946. Sebagai raja, beliau merupakan kepala negara di Thailand.
Perdana Menteri SAMAK Sundavavej memimpin Thailand sejak Januari 2008. Beliau menggantikan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang digulingkan oleh Militer Thailand (kudeta militer), karena adanya dugaan KKN Thaksin. SAMAK Sundavavej memegang kepala pemerintahan di Thailand yang dilantik langsung oleh raja.
Di Thailand, raja mempunyai sedikit kekuasaan langsung di bawah konstitusi namun merupakan pelindung Buddhisme Thailand dan lambang jatidiri dan persatuan bangsa. Raja yang memerintah saat ini dihormati dengan besar dan dianggap sebagai pemimpin dari segi moral, suatu hal yang telah dimanfaatkan pada beberapa kesempatan untuk menyelesaikan krisis politik.
Pengadilan tertinggi di Thailand dinamakan Sandika, dimana jaksanya dilantik langsung oleh raja. Semua warga negara Thailand tunduk dan harus patuh dibawah hukum Thailand, serta memiliki status yang sama. Adapun Sandika ini mengurusi semua masalah kriminal di Thailand, seperti masalah perdata (perorangan), pidana, perbankan, dll. Thailand banyak berpartisipasi dalam organisasi internasional, salah satunya adalah ASEAN sebagai organisasi kawasan di Asia Tenggara. |
|
Ekonomi dan Teknologi |
Sistem ekonomi kapitalis Teknologi berbasis agrikultur (pertanian), dan industri manufaktur ringan. |
Thailand menganut sistem ekonomi Kapitalis, dimana perekonomiannya dikendalikan oleh pasar. Dibidang teknologi, sebagai salah satu negara agraris, Thailand sangat menitikberatkan perhatiannya pada faktor-faktor agrikultur, perhutanan dan perikanan. Oleh karenanya, sebagian besar dari teknologi di Thailand sangat berkaitan erat dengan faktor tadi, seperti teknologi dalam hal industri manufaktur untuk pertanian (mesin-mesin diesel dan alat-alat pertanian), serta industri hasil-hasil pertanian seperti pengolahan makanan (termasuk makanan laut), dan industri tekstil dan pakaian. Selain industri manufaktur pertanian tadi, Thailand juga merupakan produsen elektronik dan sepeda motor terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan negara ini merupakan tempat yang sangat ideal bagi para investor asing, dan adanya kebijakan pemerintah Thailand yang menjadikan barang-barang ekspor sebagai orientasi utama perindustrian di negara tersebut. Adapun negara-negara partner Thailand antara lain Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, China, Australia serta negara-negara di ASEAN dan Uni Eropa.
Thailand merupakan negara pertama di yang mengalami dampak dari adanya krisis moneter di Asia Tenggara.
|
Thailand merupakan sebuah negara industri baru dan juga salah satu negara yang memiliki perkembangan ekonomi pesat di Asia Tenggara, setelah Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Hal ini dapat terlihat dari GDP Thailand yang mencapai 519,9 milliar US dollar dan tingkat pertumbuhan yang stabil pada kisaran 4,5%-6% setiap tahunnya. Jumlah angkatan kerja di Thailand sebanyak 37,12 juta dengan tingkat pengangguran sebesar 1,5% dari total jumlah penduduk Thailand.
Sebagai negara agraris dan negara berkembang yang sebagian industrinya bertumpu pada industri manufaktur, Thailand merupakan negara pengekspor hasil-hasil agrikultur, seperti beras, kelapa, gula, karet, dan hasil perikanan, bahkan merupakan negara pengekspor beras terbesar di dunia. Tidak hanya itu, Thailand juga merupakan negara yang memiliki industri strategis di bidang otomotif dan suku cadangnya, komponen komputer, manufaktur ringan seperti perhiasan dan peralatan elektronik, serta industri pengolahan hasil pertanian dan perikanan.
Selain ekspor, Thailand juga melakukan impor tehadap komoditas yang tidak dapat dipenuhi di dalam negerinya, seperti bahan bakar, modal asing dan bahan-bahan atau material mentah.
Mata uang: Baht Ekspor: 143,1 milliar US dollar (2007). Impor: 121,9 milliar US dollar (2007). GDP perkapita: 8.000 US dollar (2007). |
|
Demografi |
Jumlah Penduduk: 65,068,149 (tahun 2007) Merupakan negara yang heterogen
|
Thailand memiliki jumlah penduduk 65,068,149 juta jiwa, sehingga merupakan negara ketiga yang memiliki jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara (setelah Indonesia dan Filipina).
Karena letak Thailand yang berbatasan langsung dengan empat negara Asia Tenggara (Malaysia, Kamboja, Myanmar dan Laos), Thailand sangat multietnik. |
Populasi di Thailand didominasi oleh etnis Thai dan Lao yang berjumlah 3/4 dari seluruh penduduk (75%). Selain itu juga terdapat komunitas besar etnis Tionghoa (China) yang secara sejarah memegang peranan yang besar (yang tidak proporsional dengan jumlahnya di negara tersebut) dalam bidang ekonomi. Etnis lainnya termasuk etnis Melayu di selatan, Mon, Khmer dan berbagai suku orang bukit.
Sekitar 95% penduduk Thailand adalah pemeluk agama Buddha aliran Theravada, namun ada minoritas kecil pemeluk agama Islam, Kristen dan Hindu. Bahasa Thailand merupakan bahasa nasional Thailand, yang ditulis menggunakan aksaranya sendiri, tetapi ada banyak juga bahasa daerah lainnya. Bahasa Inggris juga diajarkan secara luas di sekolah.
Bahasa resmi Thailand adalah bahasa Thai. Mayoritas penduduk Thailand hidup di pedesaan (68%) dan selebihnya tinggal di perkotaan (32%). Hal ini tidak lepas dari adanya keberanian pemerintah Thailand dalam menekan jumlah urbanisasi di negara tersebut. |
|
Militer |
Jumlah Angkatan Perang:sekitar 300,000 tentara Alusista Utama: Kapal induk dan armada tank. |
Thailand merupakan negara yang rawan akan konflik, baik konflik internal maupun eksternal. Oleh karenanya, armada militer sangat diperlukan dalam menjaga integritas di Thailand. Pada tahun 2004, angkatan bersenjata Thailand berjumlah sekitar 300,000. Kapal induk dan armada tank merupakan armada pertahanan paling penting di Thailand, karena armada tersebut digunakan sebagai bagian dari pertahanan darat dan laut wilayah Thailand yang banyak berbatasan dengan negara-negara di Asia tenggara (Malaysia, Kamboja, Myanmar dan Laos).
|
Tahun 2004, kekuatan angkatan bersenjata Thailand berjumlah sekitar 300,000 tentara, dengan pembagian antara lain, angkatan darat 190,000 anggota, angkatan laut 70,600 anggota, dan angkatan udara berjumlah 46,000 anggota. Dinas militer merupakan hal yang wajib bagi semua laki-laki di Thailand berumur 21 sampai 30 tahun yang memiliki kondisi fisik yang sehat dan tidak cacat. Anggaran belanja militer dan pertahanan Thailand tahun 2005 adalah 1,8%. Sebagai negara yang rawan akan konflik, baik konflik internal maupun eksternal, dan banyak berbatasan dengan negara-negara di Asia tenggara (Malaysia, Kamboja, Myanmar dan Laos), Thailand memiliki armada pertahanan yang cukup mumpuni, dan mungkin merupakan armada pertahanan yang paling di segani di Asia Tenggara. |
|
Geografi |
Negara Pantai Terletak di Asia Tenggara Beriklim Tropis
|
Thailand terletak di Asia Tenggara berbatasan langsung dengan Laos dan Kamboja di Timur, teluk Thailand dan Malaysia di Selatan, serta Laut Andaman dan Myanmar di Barat. Negara ini merupakan negara pantai yang memiliki garis pantai hampir sepanjang wilayahnya.
Cuaca Thailand adalah tropis dan bercirikan monsun. Ada monsun hujan, hangat dan berawan dari sebelah barat daya antara pertengahan Mei dan September, serta monsun yang kering dan sejuk dari sebelah timur laut dari November hingga pertengahan Maret. Tanah genting di sebelah selatan selalu panas dan lembab.
Kondisi geografis di Thailand hampir sama dengan kondisi geografis negara-negara Asia Tenggara lainnya. |
Thailand terletak pada Koordinat 13o44’ LU 100o30’ BT serta merupakan tempat terletaknya beberapa wilayah geografis yang berbeda. Di sebelah utara, keadaannya bergunung-gunung, dan titik tertingginya berada di Doi Inthanon (2.576 m). Sebelah timur laut terdiri dari Hamparan Khorat, yang dibatasi di timur oleh sungai Mekong. Wilayah tengah negara didominasi lembah sungai Chao Phraya yang hampir seluruhnya datar, dan mengalir ke Teluk Thailand. Di sebelah selatan terdapat Tanah Genting Kra yang melebar ke Semenanjung Melayu. Thailand merupakan negara yang memiliki luas wilayah terbesar ke-tiga di Asia Tenggara (setelah Indonesia dan Myanmar), yaitu seluas 514,000 km2, dengan wilayah daratan 511,770 km2 (27,54% ladang, lahan tetap 6,93% dan lainnya 65,53%), serta |
|
Diplomasi |
Diplomasi yang memprioritaskan pada ASEAN |
Diplomasi Thailand lebih memprioritaskan pada ASEAN, hal ini dikarenakan kerjasama dengan negara-negara ASEAN yang notabene memiliki jarak dan kultur yang hampir mirip dengan Thailand, sehingga diharapkan lebih mempermudah Thailand dalam memenuhi kepentingan nasionalnya. |
Adanya globalisasi yang meiliki kecenderungan regionalisme dianggap Thailand merupakan salah satu alasan dari prioritas utama diplomasi Thailand di ASEAN. Apalagi, melihat jarak yang berdekatan, serta kultur negara-negara ASEAN yang hampir mirip akan lebih mempermudah dan mempercepat pemenuhan kepentingan nasional Thailand. |
|
Sejarah Interaksi Internasional |
Interaksi internasional Thailand sudah berlangsung sejak dahulu, serta terjadi dengan negara-negara tetangganya. Sekarang, interaksi internasional Thailand lebih berorientasi pada negara-negara anggota ASEAN |
Sejarah interaksi internasional Thailand sudah berlangsung sejak dahulu. Hal ini dapat dilihat pada peninggalan-peninggalan sejarah berupa kuil dan candi di Thailand dan negara-negara tetangganya, seperti Myanmar dan Kamboja. Tidak hanya dengan negara-negara tetangganya, diperkirakan juga interaksi pada zaman kerajaan Thailand juga berlangsung dengan kerajaan-kerajaan besar lainnya, seperti kerajaan-kerajaan di China dan India. Sebagai anggota dari ASEAN, interaksi Thailand dengan negara-negara lainnya lebih berorientasi pada negara-negara anggota ASEAN (kawasan ASEAN). Hal ini karena selain memiliki jarak yang berdekatan, juga dikarenakan ada banyaknya persamaan-persaman antar negara-negara dalam satu kawasan. Interaksi Thailand terhadap negara-negara anggota ASEAN, antara lain adalah kerja sama yang dilakukan Thailand dan Malaysia dalam hal penanganan konflik Thailand Selatan, kerja sama antara Thailand, Laos dan Myanmar dalam menangani perdagangan obat-obatan terlarang, kerja sama Thailand dan Indonesia di bidang pariwisata, dan lain-lain. Adapun interaksi Thailand di luar negara-negara anggota ASEAN antara lain dengan Amerika Serikat, China, jepang, negara-negara Uni Eropa, dan lainnya dalam hal ekonomi dan kegiatan perdagangan. |
Sejarah Thailand yang merupakan sebuah kerajaan (Siam), menjadikan negara ini memiliki sejarah internasional yang sangat panjang. Bahkan diperkirakan bahwa interaksi Thailand sudah ada sejak pertama kali munculnya kerajaan Thailand. Saat ini, seperti yang juga telah dijelaskan pada keterangan Diplomasi, interaksi internasional Thailand lebih berorientasi dan memprioritaskan pada ASEAN. |
|
Keterlibatan dalam Perang |
Perang sebagian besar dikarenakan masalah perbatasan dan perebutan wilayah |
Thailand pernah mengalami peperangan dengan Perancis Indo-China (kawasan Kamboja, Laos dan Vietnam) pada tahun 1940. Perang tersebut dimulai tanggal 28 September 1940, serta dilancarkan terhadap 24 propinsi Indo-China yang memiliki jarak/berbatasan langsung dengan Thailand. Perang ini adalah upaya Thailand dalam merebut kembali wilayah-wilayah pemerintahan Thailand yang berada di wilayah Laos dan Kamboja. Thailand juga pernah berperang bersama-sama Jepang melawan Inggris dan Amerika pada tahun 1942. Bahkan, pada sekitar abad ke-18, Thailand juga pernah berperang melawan Vietnam dalam perebutan wilayah di Kamboja. |
Thailand merupakan satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah. Namun hal ini bukan berarti bahwa negara ini tidak pernah terlibat dalam perang. Diketahui bahwa Thailand pernah terlibat peperangan, khususnya dengan negara-negara tetangganya. Bahkan, sejak jaman kerajaan pun negara ini sering sekali mengalami peperangan. |
|
Keterlibatan dalam Perjanjian Internasional |
Negara yang turut aktif dalam mengikuti berbagai perjanjian internasional |
Thailand merupakan sebuah negara yang turut aktif dalam mengikuti berbagai perjanjian internasional. Sebagai salah satu negara anggota ASEAN, pembentukan ASEAN yang diawali dari perjanjian kerjasama regional Asia Tenggara di Bangkok merupakan salah satu perjanjian internasional yang diikuti oleh Thailand. Thailand juga banyak ikut dalam perjanjian-perjanjian di dalam ASEAN, seperti perjanjian dalam sektor telekomunikasi ASEAN, yakni e-ASEAN Framework Agreement yang ditandatangani pada tanggal 24 November 2000 di Singapura.
Diluar ASEAN, antara lain keikutesertaan Thailand dalam perjanjian tariff dan perdagangan di WTO/General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) pada tanggal 2 Desember 1994, serta juga merupakan anggota aktif PBB yang bergabung pada tahun 1946 (Encarta 2008). |
Sebagai sebuah negara, Thailand pasti akan berinteraksi dan membutuhkan negara lain. Hal ini karena tidak ada satu pun negara di dunia ini yang dapat hidup sendiri dan tidak melibatkan diri dengan negara lain (adanya interdependensi). Thailand merupakan negara yang cukup aktif dalam mengikuti berbagai macam perjanjian dan organisasi internasional. |
2. Resume Weekly News (event)
a) Berdasarkan Weekly news, Uraikan dalam 200 kata, kondisi real yang terjadi di negara masing-masing. (20 poin)
Jawaban :
Thailand merupakan negara yang rawan akan konflik, seperti konflik mengenai gerakan separatis di wilayah Thailand Selatan yang mayoritas muslim, etnis perbukitan di wilayah Utara Thailand, serta orang Isan di daerah Timur laut Thailand. Akal permasalahan dari terjadinya konflik di Thailand ini adalah adanya disparitas (perbedaan) ekonomi antara pusat dan provinsi di pinggiran, sehingga menimbulkan permasalahan-permasalahan tadi. Perbedaan yang sangat mencolok ini sudah jauh ada sebelum terjadinya krisis moneter di thailand, yakni sekitar tahun 1980-an, sehingga menimbulkan kekecewaan, kecemburuan dan rasa tidak adil yang kemudian berakibat pada keinginan masyarakat untuk mengatur mereka sendiri (otonomi, dan merdeka). Ditambah lagi dengan diskriminasi minoritas (agama, etnis) yang terjadi di ketiga wilayah Thailand tadi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang jitu oleh pemerintah Thailand dalam menangani permasalahan tadi (mengintegrasikan Thailand).
Selain masalah konflik dan disintegrasi di Thailand, negara ini juga kerap mengalami kudeta dalam pemerintahannya. Sejarah Thailand mencatat setidaknya sudah 23 kali dalam 74 tahun terakhir militer melakukan kudeta. Mungkin militer Thailand memegang rekor tertinggi dalam urusan kudeta, yang seringkali berakhir sukses sekaligus juga tercatat beberapa kali gagal. Tradisi yang sama juga terjadi di Filipina meskipun dengan intensitas dan dampak yang berbeda. Latar belakang kudeta hampir selalu sama, yakni militer menganggap politisi sipil tidak becus mengelola negara, dan hanya menciptakan instabilitas politik yang tanpa henti. Rakyat dikorbankan hanya untuk melanggengkan kekuasaan. Kudeta bagi rakyat Thailand bukanlah sesuatu yang luar biasa. Terjadinya revolusi tak berdarah tahun 1932 merupakan kudeta pertama di Thailand, sehingga menyebabkan dimulainya monarki konstitusional di negara tersebut. Sebelumnya, Thailand dikenal dengan nama Siam, yang kemudian berganti nama menjadi Thailand pada tahun 1939 dan untuk seterusnya, meskipun pernah sekali mengganti kembali ke nama lamanya (siam) pasca-Perang Dunia II. Selain revolusi tadi, kudeta yang baru-baru terjadi, yakni kudeta yang dilakukan oleh militer Thailand (Sonthi Boonyaratkalin) terhadap Perdana Menteri Thaksin Shinawatra akibat adanya dugaan KKN Thaksin, semakin jelas memperlihatkan sering terjadinya kudeta di negara tersebut.
b) Kaitkan kondisi real tersebut dengan basis kapabilitas negara. Kemukakan alasan mengapa kondisi tersebut (resume weekly news) terjadi. Uraikan dalam 100 kata. (30 poin)
Jawaban :
Sering terjadinya konflik di Thailand syarat akan muatan politis. Seperti konflik (separatisme) yang terjadi di wilayah Thailand Selatan, yang muncul oleh karena adanya tindakan diskriminatif dari pemerintah pusat. Namun, sebenarnya konflik ini sengaja di buat atau bahkan sengaja dipelihara oleh pemerintah Thailand untuk meredam menguatnya identitas lokal sehingga pemerintah pusat merasa terancam. Akibatnya, adanya rasa terancam dari pemerintah Thailand tadi dapat dijadikan sebagai alasan untuk melakukan hal apa pun, atau sengaja di buat untuk tujuan integrasi nasional. Jadi, menurut saya hal tersebut merupakan strategi yang sangat jitu dari pemerintah Thailand dalam mengintegrasikan Thailand dan menciptakan rasa nasionalisme masyarakat Thailand. Apalagi Thailand merupakan negara dengan penduduk yang multiagama dan multietnik, sehingga sangat rentan akan terjadinya konflik dan gerakan separatis.
Sedangkan seringnya kudeta yang dilakukan oleh militer Thailand, lebih dikarenakan adanya adanya ketidakpuasan dari pihak militer yang menganggap bahwa politisi sipil tidak becus mengelola negara, dan hanya menciptakan instabilitas politik yang tanpa henti, sehingga menurutnya rakyat dikorbankan hanya untuk melanggengkan kekuasaan. Di Thailand, Presiden/pemimpin negara tidak memegang kekuasaan atas militer di negaranya, berbeda dengan di Indonesia, dimana pemegang kekuasaan militer adalah Presiden selaku pemimpin negara. Akibatnya, militer dapat dengan mudah melakukan kudeta apabila mereka merasa tidak puas akan pemerintahan yang sedang berlangsung, seperti kudeta militer yang dilakukan terhadap Thaksin oleh karena adanya ketidakpuasan mereka atas pemerintahan Thaksin.
Namun, kedudukan raja sebagai simbol tertinggi dan pelindung buddhisme serta pemimpin moral di Thailand, menjadikan konflik antara elit-elit dan kudeta-kudeta yang sering terjadi di Thailand dapat dengan mudah diselesaikan oleh raja. Posisi rakyat biasanya hanya sebagai penonton, karena mereka yakin bahwa krisis politik separah apapun dapat diselesaikan setelah raja turun tangan.
3. Kemukakan argumentasi tentang kapabilitas negara Anda, bila dibandingkan dengan negara-negara kelompok kawasannya (30 poin)
Berkaitan dengan kapabilitas negara (Thailand), saya rasa berkaitan dengan potensi negara ini untuk menjadi sebuah negara adidaya. Hal ini karena jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, Thailand lebih banyak meiliki potensi untuk menjadi negara adidaya dikawasan tersebut. Mungkin hanya Indonesia yang paling berpeluang untuk menjadi pembanding atas potensi Thailand untuk menjadi negara adidaya. Adapun penjelasannya sebagai berikut:
Sebagai salah satu negara penting dan terbilang maju di kawasan Asia Tenggara, Thailand sangat berpotensi untuk menjadi negara adidaya di kawasan tersebut. Tidak hanya itu, negara ini juga memiliki potensi untuk menjadi sebuah negara kuat/besar, bahkan mungkin negara adidaya menggantikan Amerika J. Mengapa? Jika kita lihat dari sumber daya, baik itu Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusianya (SDM), Thailand memiliki banyak sekali kelebihan, serta tidak kalah dengan negara-negara maju lainnya, seperti sumber daya mineral, timah, batu permata, dan nilam. Thailand juga memiliki cadangan batu bara yang sangat besar, serta memiliki kekayaan hutan dan laut yang sangat melimpah, sehingga menjadikannya salah satu negara penghasil komoditas pertanian (agrikultur) dan perikanan terbesar di dunia (www.cia.gov/thailand/index.html).
Di kawasan Asia Tenggara, jika dibandingkan dengan negara tetangganya yang sudah lumayan maju, seperti Malaysia, Singapura dan Indonesia, dari segi SDA negara ini bahkan mengungguli Malaysia, apalagi Singapura. Meskipun dengan Indonesia tidak, karena kita ketahui bahwa Indonesia memiliki SDA terbesar di Asia Tenggara, serta merupakan pula negara terbesar di kawasan Asia Tenggara. Namun, dalam pemanfaatannya, Thailand lebih baik dibandingkan dengan Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari kemampuan Thailand dalam mengelola lahan pertanian dan pertambangan, sehingga menjadikannya negara pengekspor padi tebesar, serta juga salah satu negara terbesar penghasil dan pengekspor barang-barang tambang.
Dari segi SDM sendiri, Thailand merupakan negara produsen terbesar produk-produk otomotif dan elektronik, sehingga tidak diragukan lagi kalau negara ini memiliki SDM yang handal, meskipun mungkin masih kalah jika dibandingkan dengan negara tetangganya, yakni Singapura dan Malaysia. Namun, jika melihat dari kekuatan militer Thailand yang memiliki armada besar dan lengkap, serta adanya wajib militer bagi semua laki-laki Thailand yang berumur 21 sampai 30 tahun, sebuah kapal induk, juga anggaran militer sebesar 1,8% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) (tahun 2005), Thailand masih unggul jika dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Ditambah lagi, luas wilayah dan jumlah penduduk Thailand jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Sehingga, Thailand dapat dikatakan sebagai pilar utama di kawasan Asia Tenggara, serta memiliki potensi untuk menjadi negara adidaya di kawasan tersebut. Sebagai tambahan, jika dilihat dari sejarah latar belakang negara ini, Thailand memiliki status istimewa sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak pernah mengalami masa penjajahan, status ini membuat banyak pandangan tentang orang barat relatif tidak terlalu buruk. Dengan demikian rakyat Thailand tidak pernah mengalami pahit getirnya masa penjajahan yang menumbuhkan rasa permusuhan bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara, khususnya terhadap negara penjajah. Bahkan pengalaman sejarah yang unik tersebut membuat Thailand lebih cepat dan mudah dalam menyesuaikan diri dalam dengan proses modernisasi seperti negara-negara barat (Dikutip dari Skripsinya Ganjar Nugraha, Peranan Raja dan Militer Dalam Perpolitikan Thailand: 3-4).
Sedangkan, potensi Thailand untuk menjadi negara adidaya di dunia juga dapat dilihat dari potensi negara untuk menjadi negara adidaya di kawasan seperti yang sudah dijelaskan di atas. Sehingga, apabila Thailand dapat menjadi negara pilar utama/negara adidaya di kawasan ASEAN, besar kemungkinan negara ini juga dapat menjadi sebuah negara adidaya di dunia. Karena seperti kita ketahui bahwa ASEAN merupakan sebuah organisasi kawasan yang paling eksis kedua setelah Uni Eropa, serta juga memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.
Adapun dalam proses menuju sebuah negara adidaya tadi, Thailand dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Menjadi sebuah negara adidaya dalam suatu kawasan. Dalam hal ini ASEAN, sehingga, jika Thailand dapat menguasai atau menjadi negara adidaya di ASEAN, besar kemungkinan Thailand juga dapat menjadi negara adidaya di dunia.
2. Mengembangkan penguasaan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga salah satu hal yang menjadi ukuran sebuah negara maju, yakni SDM (Sumber Daya Manusia) dapat lebih meningkat. Sebagai negara yang berusaha untuk menjadi negara maju atau bahkan negara adidaya, ada baiknya Thailand mengembangkan teknologi-teknologi yang menjadi kebutuhan di jaman globalisasi saat ini, seperti teknologi informasi dan komunikasi. Juga, ditengah krisis energi saat ini, pengembangan sumber daya nuklir sangat diperlukan. Apalagi, jika dikaitkan dengan pertahanan negara, pemanfaatan energi nuklir sebagai sebuah senjata sangat diperlukan sekali bagi negara adidaya.
3. Sebagai sebuah negara yang tidak pernah dijajah, Thailand lebih cepat dan mudah dalam menyesuaikan diri dengan proses modernisasi seperti negara-negara barat. Sehingga, hubungan baik dengan negara-negara barat dapat mudah dilakukan. Hubungan dengan negara-negara barat tadi, secara tidak langsung dapat menjadikan Thailand sebagai negara partner, dan proses transfer teknologi maupun bantuan/pinjaman modal pun mudah didapatkan oleh Thailand.
4. Memanfaatkan secara maksimal semua potensi-potensi yang ada.